Cari Properti Jakarta | Bisnis Properti | Sewa Properti | Jual Properti

Cari Properti Jakarta Pilihan tepat mencari properti di daerah Jakarta

Cari Properti di Cari Properti Jakarta.Com

Cari Properti di Cari Properti Jakarta.Com adalah pilihan cerdas dan tepat untuk Anda dalam mencari properti di daerah Jakarta. Cari Properti Jakarta.Com adalah website terbesar cari properti di jakarta. Bila anda ingin mencari properti tanyakan saja pada Cari Properti Jakarta.Com kami siap membantu.

Cari Properti Jakarta.Com bersedia menempatkan properti Anda, Baik Jual Properti, Sewa Properti dan Bisnis Properti dengan melakukan Kerja Sama Bisnis. Bila anda melihat website ini dengan Key Cari Properti di google, berarti web ini sudah teroptimasi, dan tunggu apalagi, saatnya anda yang ingin berbisnis properti kami siap menjadi rekan atau partner bisnis anda. Karena melalui cari properti jakarta.com bisnis Anda akan berpeluang di cari dan diminati oleh pencari properti, terutama di daerah Jakarta.

Mengapa Cari Properti Jakarta.Com? Karena cari properti di Jakarta adalah tempat yang sesuai untuk memenuhi kebutuhan Anda. Baik Anda yang bekerja di Kantoran maupun di Lapangan di daerah Jakarta. Karena Cari Properti Jakarta.Com berisi informasi-informasi properti di seluruh daerah Jakarta.

Jadi carilah properti di cari properti jakarta.com | Cari Properti

Share/Save/Bookmark

Artikel Properti Riyad Kusuma di Bisnis Properti

Artikel Riyad Kusuma di Bisnis Properti. Dulunya saya beli rumah hanya karena ingin segera punya rumah sendiri dan tidak pindah2 rumah, repot soalnya.

Rumah yg pertama kali saya beli ada di cibubur th 1992. Tipe 45/120. Total DP 11 juta, kredit sekitar 12 juta, saya cicil 400rban /bln selama 5 thn. Sempat beberapa tahun saya diamkan, tidak saya pakai, tidak juga disewakan. Sampai kemudian sekitar th 94 disewakan, awalnya bayar tahunan, belakangan bayar bulanan. Saat ini disewa 600rb / bln, masih oleh penyewa yg lama. Berarti sekarang returnnya 20,6% / thn. Tapi… rumah ini mo digusur.. kena proyek tol depok - jagorawi.

Rumah yg kedua saya beli di cilengsi, tipe 36/100, patungan dengan mantan pacar th 1993. Total DP dan cicilan 10 th 32 jt + biaya renovasi 25 jt jadi total jendral 57 jt. Tapi yg ini tidak disewakan, tapi digunakan untuk keperluan keluarga. Tapi kalo di sewakan, saya yakin minimal 800rb / bln. Ini 16,8% / thn.

Rumah ketiga, di seputaran cibubur juga, tipe 82/196, saya peroleh th 1994, ini yang saya tinggali sampai sekarang.

Rumah keempat saya beli th 1999, dekat lokasi rumah kedua di cilengsi, tipe 36/72. Saya beli over kredit murah, lunas th 2002, krn pemilik lamanya tinggal jauh dan sdh tidak terlalu mengurus. Setelah renovasi, total yg saya keluarkan untuk rumah ini 49,9 jt. Saat ini saya sewakan 600rb / bln. Itu berarti 14,4% / thn.

Rumah kelima saya beli di cikarang, tipe 36/120, tahun 2002. Karena ada di dekat wilayah industri, rumah ini saya jadikan tempat kost, dapat 20 kamar. Total biayanya 249jt. Bersihnya tiap bulan saya dapat -average- 2,5 jt. 12% setahun.

Rumah keenam, di cikarang juga, tipe 36/93, tahun 2004. Sampai saat ini, feb 2007, total cash yg sdh saya bayar 45,8jt. Cicilan bulanan masih harus saya bayar sebesar 1jt / bln selama 13 thn lagi. Sekarang disewakan 400rb/bln. Jadi selama 13 th kedepan saya tinggal cicil 600rb setiap bulan. Masih tekor. Utk yg ini, saya sdg usahakan utk refinancing, lagi cari2 kredit murah nih.

Kalo diperhatikan, ternyata investasi properti makin lama makin memberikan return yg menarik, paling tidak masih diatas bunga bank. Karena ada kenaikan biaya sewa dan penurunan cicilan (utang lama ditukar dg utang baru yg bunganya lebih murah). Sementara maintenance juga ga terlalu ribet. Paling tiap bulan nagihin, tapi enak juga sih.

Memang awalnya perlu duit banyak. Tapi kan ga harus dari kantong sendiri. Paling kita cuma bayarin 15-20% dari harga rumah. Yg 80% dibayarin bank.

Tapi kan mesti nyicil?

Ya iyalah… tapi kan dibantu dibayarin orang lain, maksudnya penyewa. Jadi agak ringan. Soalnya kita bayar cicilan ya dari gaji. Tentunya dengan pengorbanan menekan pengeluaran di tempat lain. Masih ada yg belanjanya 23 rb / hari utk makan 5 orang? Saya masih… :)

Belum dari capital gain. Di jabotabek, harga rumah dan tanah mana ada sih yg turun. Dulu sih saya pikir, kalo kita mo nikmatin keuntungan dari kenaikan harga ini, propertinya mesti dijual dulu.

Eh ternyata ga begitu.

Saya lagi baca2 buku Real Estate Richnya Dolf de Roos, blm tamat sih. Ternyata ga perlu jual rumah utk nikmatin hasilnya. Intinya rumah bisa diagunkan ke bank, trus duitnya kita puterin lagi utk usaha yg lain. Sederhana tapi kompleks.

Kalo soal ini, saya jadi ingat pak Budi Rachmat, yg sukses meleverage apartmentnya utk buka usaha alfamart.

Sebetulnya target saya 100 kamar saat usia 40 th. Tapi sekarang udah 38 th, masih kurang 70 kamar lagi, masih keburu ga ya? Soalnya untuk yg 30 kamar saja, saya dan istri benar2 mengupayakan dg susah payah selama 17 thn. Dengan 100 kamar @300rb, passive incomenya kan lumayan buat pensiun.

Utk mempercepat dream ini, karena tidak mungkin mengandalkan gaji saja, saya dan istri coba buka usaha yg lain, dagang. Ternyata memang perputaran uang lebih cepat, tapi benar2 menguras tenaga pada awalnya. Dan butuh konsistensi dalam menjalankan usaha baru ini.

Orang jawa bilang, jer basuki mawa bea.

Sumber: http://ryadkusuma.blogspot.com - TDA Community (Komunitas Tangan Di Atas) Komunitas Para Pengusaha

thanks was visited www.caripropertijakarta.com Cari Properti - Properti Jakarta

Share/Save/Bookmark

Peluang Bisnis Properti Di Indonesia

Peluang Bisnis Properti, Oleh Aryo Diponegoro

Sebagai orang yang bekerja di bidang bisnis properti khususnya developer dan property investment Aryo Diponegoro , sangat jarang beliau mengemukakan petunjuk atau bocoran tentang bisnis properti. Sekarang sudah saatnya. Sudah saatnya berbagi dengan banyak rekan. Karena ternyata buku-buku yang terbit mengenai bisnis properti masih sedikit. Lebih banyak tabloid yang mengupas model, tipe dan aksesoris properti.

Sedikitanya ada tiga alasan yang tidak dapat anda tolak untuk memasuki peluang di bisnis properti.

Alasan No. 1. Pasti untung!
Pernahkah anda bayangkan bisnis yang paling menguntungkan? Dalam teori manajemen keuangan terdapat istilah HIGH RISK HIGH GAIN. Tapi dalam bisnis properti, NO UNCONTROLLED RISK, HIGH GAIN. Ada beberapa instrumen yang menentukan hal ini.

Harga tanah pasti meningkat
Di dunia ini tidak ada harga yang turun kecuali hal-hal yang berkaitan dengan kondisi makro perekonomian. Tapi bisa dipastikan 99% bahwa harga tanah pasti meningkat. PBBnya saja meningkat hampir tiap tahun. Secara hitungan kasar saja, jika anda beli tanah terus dijual 1 tahun ke depan. Pasti untung! Itu hebatnya bisnis properti.

Manajemen yang sederhana
Bisnis properti membutuhkan manajemen yang sederhana. Dalam developer misalnya, cukup bagian keuangan dan bagian legal. Dua bagian ini pokok dan vital bagi developer. Lha perencanaan, pemasaran dan konstruksi? Tidak harus diperlukan. Tidak harus ada. Karena konstruksi bisa kita serahkan ke Kontraktor. Pemasaran bisa kita percayakan kepada Agent Marketing. Perencanaan bisa kita undang konsultan. Hasilnya lebih lengkap, lebih pasti, biaya bersifat variable. Semakin sederhana manajemen yang ada, akan semakin menguntungkan dari sisi finansial dan pengelolaan.

Kemas properti sebagai investasi
Salah satu meningkatkan pendapatan dalam properti adalah mengemas properti sebagai bagian dari investasi yang menguntungkan. Kemas dengan cara yang sama tentang harga tanah. Sajikan dalam bentuk perhitungan kredit pemilikan rumah (KPR) dan bandingkan dengan ekspektasi harga di masa mendatang.

Amankan bisnis dengan shadaqah
Tidak ada bisnis yang tidak berisiko. Tapi dalam bisnis properti semua resiko dapat dikontrol. Kecuali Force Majure. Tapi agama Islam punya cara yang unik dalam mengamankan bisnis, yakni shadaqah. Bisnis properti itu jual beli lahan milik Allah Swt. Sehingga shadaqahnya musti lebih besar. Di perusahaan properti yang saya ketahui, mereka menyisihkan sekitar 20-40% keuntungan untuk kegiatan sosial keagamaan. Anda berani lebih besar???

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah[166] adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” 2 Al Baqarah 261

Percayalah apa yang sudah digariskan oleh Allah, pasti akan terjadi.

Alasan No. 2. Modal besar? No Way!
Jual beli tanah tentunya butuh modal besar. Eit siapa bilang. Developer yang pernah saya kenal dan developer ini cukup ternama di Jogja, Solo bahkan sampai Batam. Pada tahun 1999 mereka mengelola modal kurang dari 100juta. Dan dalam jangka waktu 8 tahun, aset mereka sebesar 25Milyar. Developer dimana saya bernaung, dengan modal awal 3 M, dalam jangka waktu 2 tahun, aset kami bersih sekitar 20M. Ada beberapa cara.

Negosiasikan pembayaran
Negosiasi pembayaran dapat berupa pembayaran tanah, kontraktor, konsultan dan apapun sehingga memperlambat kas keluar. Artinya harus mempercepat kas masuk. Artinya cukup dengan uang muka pembelian, entah bagaimana caranya kas masuk untuk menutupi kewajiban pambayaran berikutnya. Contoh, modal anda 50juta. Anda beli tanah seluas 1000m2 dengan harga 60 juta. Negosiasikan pembayaran bertahap 6 bulan. Pembayaran pertama 10juta. Cadangkan 10 juta untuk pembayaran ke2. Siapkan tim perencana untuk merencanakan kawasan, biaya skitar 5 juta. Anggarkan biaya promosi sekitar 10juta. Anggarkan 7.5 juta untuk kegiatan operasional bulanan. Anggarkan 7.5 juta untuk legalitas lahan. Cukup 50 juta kan? Cukup 10 juta untuk beli lahan seharga 60 juta kan? Bayangkan jika uang muka anda 100juta, anda bisa mendapatkan lahan 600juta. Jika tanah sudah diolah atau dimatangkan, aset anda bisa menjadi 1.2 M! Fantastis!

Promosikan kawasan dengan menjual resiko
Kawasan ada sudah siap. Promosikan dengan gencar dengan menjual resiko maksudnya adalah dikarenakan anda membutuhkan cash dengan cepat, jual harga rumah 20% lebih murah dari harga normal, tapi cash. Tapi jangan lupa menaikan harga jual jika sudah mencapai titik tertentu. Nah sekarang anda tahu tentang konsep mengemas properti sebagai investasi. Ini salah satunya.

Instrumen Kredit Usaha
Pada tahap awal, perbankan tidak akan mungkin melirik usaha anda. Atau jika usaha anda sudah cukup dikenal, tentunya anda akan mudah mendapatkan kredit konstruksi, salah satu alternatif pembiayaan developer. Perlu anda ketahui, developer (baru) tidak mudah mendapatkan kredit investasi, tapi kredit modal kerja konstruksi. Sekarang bagaimana jika bank belum mau melirik usaha anda. Gunakan fasilitas KPR! Bagaimana caranya? Jadikan saudara, rekan kerja sebagai konsumen properti anda. Pembiayaan melalui KPR. Pencairan KPR akan anda terima. Kewajiban pengembalian KPR menjadi tanggung jawab usaha anda. Simple bukan. Anda sudah dipastikan mendapat kredit investasi.

Alasan No. 3. Dapatkan Cash Flow yang besar!
Alasan ketiga ini jelas-jelas akan sulit untuk ditolak. Dengan properti kita bisa mengenerate cash flow yang besar. Prinsipnya percepat uang masuk, perlambat uang keluar. Eit jangan melulu jual cash… Gunakan instrumen KPR.

Instrumen KPR
KPR saat ini memungkinkan KPR indent dimana konsumen dapat diikat dalam akad kredit meskipun bangunan belum selesai dibangun. Dan anda akan menerima pencairan awal sebesar 40%. Jika uang muka sebesar 20%, berarti anda menerima uang muka 60%. Ingat negosiasi pembayaran? Jangan-jangan modal anda sudah kembali?

Padahal untuk membangun rumah, mungkin anda hanya akan mengeluarkan sekitar 40%. Dan mengeluarkan sekitar 10% lagi untuk pematangan lahan, prasarana dan sarana. Sisa 10%nya? Bisa untuk membayar tanah. Pada bulan ke 4 dengan asumsi pembangunan selesai, maka anda akan menerima 60%. Pertanyaannya adalah bagaimana dengan 4 bulan masa pembangunan? Yang penting jaga target penjualan.

Lahan baru, ladang uang baru
Bagaimana dengan 60% sisa pencairan KPR? Cadangkan untuk membeli lahan baru. Jadikan sebagai ladang uang baru. Saya jamin anda akan kaya raya!

Sekali lagi saya bilang, resiko dalam properti pasti ada. Namun resiko dalam properti harus dapat dikontrol. Ada beberapa tips yang secara gamblang saya tulis tanpa harus disertai keterangan
Tentukan target keuntungan bersih
Tentukan batasan resiko kerugian
Target pemasaran minimal harus tercapai
Tekan fixed cost, perbesar variable cost
Monitoring arus kas dan rugi laba
Cut Loss pada saat menyentuh batasan resiko kerugian
Tuangkan perjanjian bisnis dalam hitam di atas putih

Jadi anda tertarik masuk bisnis properti? Kapan?

Share/Save/Bookmark

SIAP HUNI Minimalis! Mangga Besar

Cari Properti Jakarta Pusat Siap Huni Minimalis:

Mangga Besar

  • lt 110 m2
  • lb 200
  • KT 4
  • KM 5
  • SHM
  • 2200 watt
  • Pam
  • Carport 2 mobil

Harga 875 juta

Share/Save/Bookmark

Turun HARGA- Jl. Muwardi

TURUN HARGA
Muwardi
Lt 302
Lb 365
KT 38+2
KM 20+1
Ruang usaha, SHM, 23000 w, PAM
5 Lantai, hadap tmur, 38 AC
5,6 M

Share/Save/Bookmark

Properti Jakarta Utara

Properti Jakarta Utara

Share/Save/Bookmark

Properti Jakarta Timur

Properti Jakarta Timur

Share/Save/Bookmark

Properti Jakarta Selatan

Properti Jakarta Selatan

Share/Save/Bookmark

Properti Jakarta Pusat

Properti Jakarta Pusat

Share/Save/Bookmark

Properti Jakarta Barat

Properti Jakarta Barat

Share/Save/Bookmark

Cari Properti Jakarta | Bisnis Properti | Sewa Properti | Jual Properti is Digg proof thanks to caching by WP Super Cache!